38 Dubes Asing ke Lokasi Bencana Merapi

Pasca Letusan Merapi

Merapi tak lagi mengamuk. Gunung itu kini berangsur tenang, tak ada lagi semburan debu dan muntahan awan panas 'wedhus gembel'.

Meski demikian, kehidupan di lereng Merapi belum lagi normal. Masyarakat masih berjuang mengembalikan hidup mereka. Untuk membantu pemulihan kawasan Merapi, 38 duta besar negara-negara sahabat akan mengunjugi Yogyakarta.

Para duta besar, di antaranya dari Kanada, Belgia, Belanda, Perancis, Arab Saudi, Selandia Baru, Yunani, Maroko, Afrika Selatan, Jerman, Palestina dan sejumlah lainnya juga akan menuju lereng Merapi.

Mereka akan mengunjungi wilayah yang diterjang awan panas, dan lahar dingin Merapi, ke Museum Merapi, dan sebagian kawasan Cangkringan yang luluh lantak diterjang 'wedhus gembel'.

Ketua panitia "Ambassador Goodwill For Jogja" R Eddy Puryanto mengatakan, kunjungan para Dubes ini punya arti penting. "Untuk memberikan dukungan moral recovery pasca erupsi Merapi", katanya di Hotel Hyatt, Sleman, Yogyakarta, Jumat 28 Januari 2011.

Selain ke kawasan bencana, para perwakilan negara asing akan mengunjungi sentra-sentra kerajinan dan wisata unggulan yang ada di kota budaya tersebut.

Kegiatan selama dua hari itu juga mengenalkan kepada para Duta Besar negara-negara sahabat potensi pariwisata dan budaya Yogyakarta. "Mereka mendapatkan paparan soal perspektif investasi di Yogyakarta dan rencana aksi rehabilitasi-rekonstruksi pascaerupsi Merapi, juga dikenalkan industri produk lokal, mengunjungi Candi Prambanan dan Museum Merapi," kata dia.

Dijelaskan, pemulihan pascaerupsi diperlukan untuk mengembalikan image Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata. Soalnya citra Yogyakarta sempat terpuruk akibat pemberitaan di televisi yang kurang berimbang. Bahkan saat erupsi Merapi tingkat hunian hotel hanya tinggal 20 persen saja.

Sementara itu, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Paku Alam IX mengaku berterimakasih atas dukungan moral para Duta Besar tersebut. "Recovery Yogyakarta pascaerupsi Merapi tidak hanya di lokasi bencana, tetapi juga secara keseluruhan termasuk menarik investasi potensi ekonomi," kata dia.
Sumber: Vivanews