Kurang Tidur Sebabkan Optimisme Berlebihan?

optimis, motivasi, judi, tidur
WASHINGTON - Sejumlah peneliti asal Amerika Serikat (AS) mengklaim, ketika seseorang tidak memiliki jam tidur yang cukup, mereka cenderung merasakan optimisme berlebihan serta lebih rentan terhadap judi.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Neuroscience itu menampilkan bukti ilmiah yang telah diketahui para manajer kasino sejak lama, bahwa nyala lampu dan bunyi mesin slot (salah satu mesin judi - red) menyebabkan seseorang terus berjudi hingga uang mereka habis.
Peneliti menggunakan magnetic resonance imagining (MRI) untuk memeriksa kerja otak orang-orang yang tidak memiliki waktu tidur cukup dalam satu malam dan membandingkannya dengan mereka yang cukup tidur.
Hasil pemindaian menunjukkan bahwa mereka yang kurang tidur memiliki aktivitas tambahan pada bagian otak yang memproses rasa positif. Sementara, pada otak yang memproses rasa negatif, aktivitas itu justru berkurang. Demikian seperti dilansir Straits Times, Kamis (10/3/2011).
Studi tersebut mengobservasi 29 partisipan dewasa dengan usia rata-rata 22 tahun dan meminta mereka untuk melakukan sejumlah tugas yang menuntut adanya pengambilan keputusan bersifat ekonomis setelah menjalani waktu tidur normal dan sekali lagi setelah kekurangan tidur.
Menurut para peneliti yang terlibat dalam studi ini, kekurangan tidur menciptakan optimisme yang bias. Contohnya, partisipan bersikap seolah-olah mereka pasti akan mendapat konsekuensi positif dan tidak akan mendapat konsekuensi negatif.Sumber
print this page Print this page

Share