Green IT, Tak Sekedar Menggunakan Energi Hijau

Sering terdengar protes organisasi lingkungan Greenpeace terhadap penebangan hutan atau perburuan paus. Namun ada salah satu protes organisasi lingkungan itu, yaitu kampanye mereka menentang data center milik facebook. Ini sangat mengagetkan industri teknologi informasi dan komunikasi (ICTI).

Pada tahun 2009 Greenpeace meluncurkan program (Cool IT Challenge). Salah satu tujuannya mendesak operator data center agar mengurangi penggunaan energi dan mencari solusi untuk mengatasi pemanasan global. Penentangan terhadap date center Facebook sendiri dipicu oleh keputusan Facebook membangun data center di Oregon, menggunakan listrik dari PacificCorp, sebuah perusahaan pembangkit listrik yang menghasilkan 67 persen energinya dari batubara.

Penentangan itu merupakan tamparan bagi gerakan "Teknologi Informasi Hijau" karena kenyataannya dalam hal efisiensi energi, data center Facebook adalah salah satu yang terbaik di dunia. Iklim sejuk Oregon memungkinkan data center itu beroperasi tanpa pendingin mekanik yang biasanya menyerap energi terbanyak di sebuah data center

Facebook bisa saja memindahkan data centernya ke tempat yang menyediakan energi listrik hijau (misalnya air, angin atau panas bumi). Namun hal itu membuat mereka harus mengkonsumsi listrik lebih banyak guna menyalakan pendingin bagi mesinnya yang sama artinya dengan pemborosan energi.

Para pengelola data center seluruh dunia sepakat bahwa data center hijau tidak bisa diwujudkan sekedar dengan mencari pasokan energi dari pembangkit yang hijau juga, namun harus diimbangi dengan penghematan energi.

Salah satu cara untuk menciptakan data center yang hijau dengan memanfaatkan komponen-komponen yang memerlukan sedikit energi. Yang akhirnya akan mengurangi biaya dan mengoptimalkan kinerja data center.

Penggunaan sumber energi hijau saja tidak cukup, maka harus memikirkan dan melakukan penghematan energi. Dan itu bisa dilakukan dengan teknologi yang membuat data center tidak lagi haus energi.