Cahaya Rembulan dari Nilai Rahmat Sang Matahari

Gerhana rembulan hampir total, malam gelap gulita

Matahari berada pada satu garis bumi dan rembulan

Cahaya matahari yang memancar tidak sampai ke permukaan rembulan karena tertutupi oleh bumi sehingga rembulan tidak bisa memantulkan cahaya matahari ke bumi

Matahari adalah simbol kebesaran Tuhan, cahaya matahari adalah rahmat nilai yang semestinya dipantulkan oleh rembulan

Rembulan adalah para kekasih Tuhan yang memantulkan nilai dari matahari dan menerangi gelapnya malam di bumi

Bumi di malam hari bagaikan insan yang perlu penerangan dari pantulan nilai matahari


Gerhana bulan telah terjadi

Maka malam gelap gulita

Bumi tak lagi bisa menerima cahaya dari nilai-nilai rahmat Tuhan

Orang menyangka kepala adalah kaki, dan kaki adalah kepala

Orang menyangka utara adalah selatan

Di malam itu orang saling bertabrakan satu sama lain

Sengaja dan tak sengaja saling menjegal

Dalam kegelapan orang tak jelas dengan apa yang ingin dilakukan


Kita, yang telah bangkit dan berdiri, berlari dan sadar telah menggeliat

Tapi akal pikiran, hati nurani kita belum hidup


Kita mengutuk perampok dengan cara mengincarnya dan merampok balik

Kita mencerca maling dengan penuh kebencian, kenapa bukan kita yang maling

Kita mencaci penguasa lalu berjuang keras untuk bisa menggantikannya

Kita membenci para pembuat dosa besar dengan cara setan yakni seakan-akan melarangnya untuk insaf dan bertaubat

Kita menolak rancangan pemusnahan dengan memusnahkannya


Sesudah ditindas, kita menyiapkan diri untuk menindas

Sesudah diperbudak kita siaga untuk ganti memperbudak

Sesudah dihancurkan kita susun barisan untuk mengahancurkan


Yang kita bangkitkan bukan semangat kebersamaan, melainkan asyiknya perpecahan

Yang kita bangun bukan nikmatnya kemesraan, tapi menggelegaknya kecurigaan

Yang kita rintis bukan cinta dan ketulusan, melainkan prasangka dan fitnah

Yang kita perbaharui bukan penyembuhan luka melainkan rencana-rencana panjang untuk menyelenggarakan perang saudara

Yang kita kembang-suburkan adalah kebiasaan memakan bangkai-bangkai saudara sendiri


Kita tidak memperluas cakrawala dengan menabur cinta melainkan mempersempit dunia

kita sendiri dengan lubang-lubang kebencian dan iri hati


Pilihan kita

Kita akan menjadi bumi yang mempergelap diri dari sinar rembulan yang dipantulkan

Ataukah kita akan menjadi rembulan, menggeser posisi dan memantulkan cahaya rahmat dan nilai dari matahari agar bumi bisa menikmatinya